Ersa Mayori Menyayangkan Aksi Asusila Anggota DPR

Written by on May 1, 2012 in Profil, Selebriti - No comments

IKEBAYORAN – Presenter Ersa Mayori menyayangkan soal kembali beredarnya video porno yang menyeret nama anggota DPR. Namun Ersa menganggap video seperti itu sudah biasa, karena bukan yang pertama.

Meski belum terbukti kebenarannya, Ersa tetap menilai kemunculan video tersebut berdampak buruk bagi masyarakat. Hal tersebut sangat disayangkan ketika ditanya oleh Kebayoran Online beberapa waktu lalu di kawasan Epicentrum Kuningan.

“Menurut saya ini sudah pernah terjadi, video porno dari siapapun itu sangat disayangkan beredar. Apalagi dikonsumsi publik, apalagi menjadi panutan masyarakat,” ungkap Ersa yang menyayangkan aksi asusila tersebut.

Dampak negatif terhadap anak-anak menjadi satu kekhawatiran wanita yang dikaruniai dua anak, Aiska Fairana dan Talula Malaika, yang di zaman sekarang anak-anak sudah mengenal dengan dunia maya melalui alat elektronik pribadinya. Ia menganggap anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

“Ada yang bilang buat koleksi pribadi. Kalau sampai beredar luas ke semua orang, kan masyarakat juga yang dirugikan. Apalagi anak-anak, sekarang zamannya mudah mengakses internet,” keluh bintang yang terkenal di sinetron Tuyul dan Mbak Yul itu.

Presenter ′!nsert′ Trans TV ini juga mempertanyakan moralitas orang-orang yang sengaja merekam hubungan intim yang akhirnya tersebar luas ke masyarakat. Penilaian tindakan asusila tersebut sangat tidak baik dikonsumsi secara publik.

“Kalau ngomongin masalah moral, bukan hanya dia anggota DPR atau bukan. Yang bikin video porno itu tidak bermoral, kalau menurut pandangan saya,” tegas wanita kelahiran Jakarta 14 Mei 1979 yang akrab disapa Echa.

Istri dari seorang pengusaha, Otto Satria Jauhari ini mengatakan, siapapun bisa terkena imbas kejahatan teknologi yang saat ini sudah merajalela. Oleh karena itu, ia pun menghimbau agar setiap pasangan untuk tak merekam kemesraan mereka dalam bentuk apapun.(IMO).

Leave a Comment

                       
kebayoran